Friday, March 16, 2018

Upaya kader Gerindra yakinkan Prabowo nyapres lawan Jokowi

Upaya kader Gerindra yakinkan Prabowo nyapres lawan Jokowi


Pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bakal dilakukan 4 Agustus hingga 10 Agustus 2018 mendatang. Namun hingga kini baru Joko Widodo yang sudah memastikan bakal maju.

Upaya kader Gerindra yakinkan Prabowo nyapres lawan Jokowi

Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga kini belum juga memberi jawaban akan maju atau tidak memperebutkan kursi RI 1. Desakan pun muncul dari para kader Partai Gerindra agar sang ketua umum mencalonkan diri melawan Jokowi. Info Terkini

Senin (12/3) lalu, 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra berkumpul di Hotel Doubletree, Cikini, Jakarta Pusat. Mereka mendesak DPP Partai Gerindra segera mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Muhammad Taufik menegaskan, seluruh DPD Partai Gerindra sepakat mendukung Prabowo menjadi calon Presiden periode 2019-2024 mendatang. Pihaknya ingin DPP Gerindra cepat mendeklarasikan Prabowo sebagai capres.

"Kami sepakat untuk mencalonkan Pak Prabowo menjadi calon presiden," kata Taufik.

Deklarasi mengusung Prabowo menjadi capres juga dilakukan DPD Partai Gerindra Jawa Barat, di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (14/3). Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan ratusan perwakilan DPD di 27 kabupaten berikrar untuk mengulang kesuksesan raihan suara Prabowo di Jawa Barat yang mengungguli Jokowi di Pilpres 2014. Berita Terkini

Komitmen itu ditandai dengan pernyataan tertulis dari pengurus DPD Gerindra Jabar untuk diteruskan ke DPP Gerindra. Muzani mengatakan dukungan Prabowo untuk kembali berlaga di Pilpres 2019 ini datang dari seluruh kader Gerindra termasuk masyarakat umum. Untuk itu, mereka meminta Prabowo segera menentukan sikap untuk maju kembali di Pilpres 2019.

"Ini (dukungan) sesuatu yang tumbuh dari masyarakat desa, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi. Mereka meminta Prabowo maju jadi capres," kata Muzani dalam pidatonya.

Dia meyakini Prabowo akan menangkap aspirasi dan dukungan kepadanya dan akan mempersiapkan diri untuk maju sebagai capres.

"Jadi pak Prabowo akan mengambil sikap memberi isyarat segera mengambil sikap. Ini bukan sekadar kapan pak Prabowo akan mendeklarasikan diri, itu soal kecil," terangnya.

Sehari kemudian, Muzani mengklaim telah mendapatkan dukungan dari salah satu partai politik untuk mengusung Prabowo menjadi capres. Dukungan dari satu partai itu, kata Muzani, telah memenuhi syarat minimal 112 kursi untuk mencalonkan presiden. Kumpulan Berita

Namun sayang, Muzani enggan menyebutkan nama satu partai yang dimaksud. Dia hanya menyatakan sejauh ini partai yang telah menyatakan siap kembali berkoalisi dengan Gerindra adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Dan sampai hari ini kami sudah mendapatkan kepastian dari partai politik yang bisa memenuhi target minimal 112 kursi. Sehingga kami merasa yakin haqqul yakin bahwa Pak Prabowo bisa menjadi calon presiden di tahun 2019," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3).

Menurutnya, Partai Gerindra tengah mencari momentum yang tepat untuk mendeklarasikan Prabowo. Muzani menyebut kemungkinan deklarasi Prabowo sebagai calon presiden akan dilakukan pertengahan April 2018.

"Mudah-mudahan kalau tiap hari kami menyebut akhir Maret tapi ternyata di Maret itu ada Jumat Paskah jadi akan diundur April awal atau pertengahan kira-kira seperti itu," katanya.

Pihaknya mengaku tengah mengkaji sejumlah nama potensial yang dianggap layak menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Dia mengklaim mengantongi 15 nama sosok yang dipertimbangkan menjadi cawapres Prabowo.

15 Nama cawapres itu berasal dari berbagai latar belakang. Muzani memberikan sedikit bocoran bahwa ke-15 nama tersebut berasal dari partai politik, militer, pengusaha, tokoh Islam, tokoh muda hingga perempuan.

"Sudah ada nama-nama cawapres barangkali 12 sampai 15 orang dari partai dan non parpol dari parpol sekitar 7. Dari militer ada. Tokoh Islam ada. Ada perempuan, satu atau dua lupa saya," kata Muzani. Berita Terbaru

Muzani menyebut nama-nama tersebut bukan hasil diskusi dari partai-partai mitra koalisi Gerindra. Gerindra mengambil nama-nama calon wakil presiden yang bermunculan dan menjadi perbincangan publik.

"Nama-nama yang banyak muncul kemudian kita inventarisir kemungkinan-kemungkinannya," katanya.

Meski mengkaji nama cawapres di internal, Gerindra siap mendengarkan masukan dari partai-partai mitra koalisi. Sejauh ini, terus melakukan penjajakan dengan partai yang belum menentukan sikap di Pemilu 2019. Sebut saja, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment