Wednesday, March 7, 2018

Terinspirasi Jepang, Sandiaga ingin Jakarta jadi destinasi wisata halal

Terinspirasi Jepang, Sandiaga ingin Jakarta jadi destinasi wisata halal


Terinspirasi Jepang, Sandiaga ingin Jakarta jadi destinasi wisata halal

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pada 2020 mendatang, ibu kota bisa menjadi destinasi wisata halal yang bisa diperhitungkan. Pada Rabu (7/3), digelar diskusi kelompok terarah (FGD) tentang pariwisata dan destinasi halal yang dihadiri para pelaku usaha pariwisata. Info Terkini

"Kita ingin 2020 Jakarta bisa mencapai target sebagai kota dengan destinasi dan wisata halal yang bisa bersaing. Kita juga targetkan satu juta (wisatawan) global halal tourism bisa datang ke Jakarta untuk lima tahun ke depan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota, Rabu (7/3).

Untuk mencapai target tersebut, dia mengatakan, pihaknya mulai berbenah. Ia ingin ada rencana kerja untuk bisa diimplementasikan secara konkret dan destinasi halal bisa tumbuh dari produk-produk unggulan yang ada DKI seperti kuliner, industri busana muslim dan juga objek wisata seperti Kota Tua, Setu Babakan, dan Kepulauan Seribu. Berita Terkini

Sandiaga juga menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah dan forum pelajar dari beberapa universitas untuk menyiapkan SDM atau tenaga kerja yang siap terjun. "Jadi kita tidak harus mengimpor tenaga kerja dari (negara) asing untuk pariwisata halal ini. Tapi kita sudah siapkan SDM-nya," ujarnya.

Pengembangan wisata halal ini telah memiliki Pergub. Namun, politisi Gerindra ini mengatakan, akan melakukan sedikit revisi demi menyesuaikan dengan kondisi terkini. Pergub mengatur soal objek wisata dan termasuk kesiapan SDM.

Sandiaga mengaku terinspirasi Tokyo untuk penerapan wisata halal ini. "Saya baru pulang dari Tokyo kemarin. Saya kaget juga, halal ramen di sana sangat menjamur. Terus di Tokyo Station, sign untuk musala dan mereka juga punya namanya moslem friendly restaurant. Jadi belum halal, tapi moslem friendly. Di situ menarik juga," katanya. Kumpulan Berita

"Untuk wisatawan muslim itu mereka menawarkan suatu opsi. Ini yang sangat menarik. Terobosan-terobosan seperti ini, inovasi yang kita perlukan untuk Jakarta," sambungnya.

Dia mengatakan walaupun Indonesia negara muslim terbesar tapi jarang ada penanda musala di tempat publik. Musala juga kerap berlokasi di area tak terjangkau seperti basement. "Di Tokyo Station itu tempat musalanya itu sangat baik dan ada sign-nya," ujarnya. Berita Terbaru

"Dan ini yang baru didorong sama Pak Anies di halte-halte Transjakarta yang mencukupi. Kita berikan kesempatan untuk masyarakat yang lagi beraktivitas masih bisa menyempatkan untuk beribadah," tutup Sandiaga.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment