Tuesday, February 13, 2018

Perubahan drastis kehidupan Setya Novanto setelah berada di jeruji besi KPK

Perubahan drastis kehidupan Setya Novanto setelah berada di jeruji besi KPK


Hampir tiga bulan sudah lamanya Setya Novanto menjalani kehidupan di balik jeruji besi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang kerap disapa Setnov itu ditahan KPK sejak 20 November 2017, setelah dijemput penyidik KPK dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.

Perubahan drastis kehidupan Setya Novanto setelah berada di jeruji besi KPK

Setelah ditahan, satu persatu jabatan mentereng yang dimiliki Setnov pun hilang. Mulai dari jabatan Ketua DPR hingga posisi Ketua Umum Partai Golkar, lepas dari genggamannya. Setnov pun harus kembali menjadi rakyat biasa, tanpa jabatan politik dan publik. Info Terkini

Setnov yang kini berstatus sebagai terdakwa itu harus menjalani kesehariannya di Rutan KPK. Setnov hanya sesekali keluar dari Rutan hanya untuk memenuhi pemeriksaan KPK dan panggilan sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Kehidupan Setnov kini begitu berbeda jika dibandingkan dengan saat masih menjadi 'orang bebas'. Setnov kini tak bisa lagi menumpangi mobil mewah dan mendiami rumah megah.

Penampilan parlente dengan dasi di leher dan jas di badan kini tak nampak lagi. Kehidupan Setnov kini mengalami perubahan. Sejak ditahan, Setnov mengaku belajar mengaji. Berita Terkini

Setnov mengaku belajar mengaji bersama tahanan lainnya di Rutan KPK. Menurutnya, semua tahanan di Rutan KPK sama-sama belajar membaca Alquran. Ibadah yang dijalankan para tahanan begitu khusyuk. Hal itu diakuinya begitu berpengaruh kepadanya.

Tak cuma mengaji, salat berjemaah pun diakuinya dilakukan para tahanan. Dia pun ikut menjalankannya. Biasanya mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri kerap kali menjadi imam salat. Kumpulan Berita

"Iya selalu berjamaah. Pak Sapto (Rochmadi Saptogiri), Pak Imam ya gantian. Jadi komandan imam," katanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/2) kemarin.

Tak cuma itu, hidup di balik jeruji besi juga membuat Setnov tak bisa leluasa mencukur rambutnya. Setnov yang dulunya biasa mencukur rambut dua pekan sekali, kini tak bisa melakukannya lagi.

Kini Setnov hanya bisa sebulan sekali mencukur rambut. Pencukur rambutnya juga bukan berasal dari barbershop atau pangkas rambut terkenal dan mahal. Pencukur rambutnya kini merupakan tukang cukur pinggir jalan. Berita Terbaru

"Ada tukang cukur pinggir jalan gitu ya ada yang mangkal. Itu sudah diteliti sama pengawal KPK, sudah diteliti betul dan sudah di screening. Saya juga makasih bisa potong rambut sebulan sekali. Biasa saya potong dua minggu sekali," katanya sambil tertawa ringan.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment