Saturday, February 17, 2018

Penerawangan Prabowo 'king maker' dibalas prediksi Jokowi tak dicalonkan di 2019

Penerawangan Prabowo 'king maker' dibalas prediksi Jokowi tak dicalonkan di 2019


Belum adanya kepastian Ketua Umum Prabowo Subianto akan mencalonkan di Pilpres 2019 atau tidak membuat banyak pihak berspekulasi. Salah satunya dari Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa dan Kalimantan, Nusron Wahid. Info Terkini

Penerawangan Prabowo 'king maker' dibalas prediksi Jokowi tak dicalonkan di 2019

Nusron meyakini Prabowo tak akan mencalonkan di Pilpres 2019. Mantan Ketua Umum GP Ansor itu bahkan yakin Prabowo hanya menjadi 'king maker' dengan menunjuk seseorang buat melawan Jokowi di 2019.

"Entah siapa orangnya nanti. Tapi bukan pak Prabowo. Hidung politik saya sudah merasakan. Tapi intuisi felling saya pak Prabowo enggak akan maju," kata Nusron saat acara diskusi Survei Nasional Indo Barometer 'Dinamika Pilpres 2019: Tiga Skenario Pilpres 2019, Siapa Kuda Hitam?' di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).

Pernyataan Nusron tersebut menanggapi hasil survei yang dirilis Indo Barometer. Dalam survei tersebut, Jokowi masih jauh unggul di atas Prabowo jika bertanding di Pilpres 2019. Jokowi meraih dukungan publik 48,8% dan Prabowo 22,3%. Berita Terkini

Jika dengan skenario cawapres, Jokowi juga tetap unggul dari Prabowo. Salah satu contohnya jika Jokowi berpasangan dengan Gatot Nurmantyo akan mendapatkan suara 38,4% saat melawan Prabowo Subianto jika menggandeng Anies Baswedan yang akan mendapat 20,7%.

Jika Prabowo akhirnya memutuskan tak maju pilpres, Anies Baswedan bisa menjadi calon lawan berat Jokowi. Sebab, berdasarkan hasil survei kandidat yang berpotensi menjadi lawan terberat Jokowi, elektabilitas Anies berada di posisi pertama dengan 12,1 persen, disusul Gatot Nurmantyo 7,8 persen, dan Agus Harimurti 5,3 persen.

Anies bahkan bisa jadi kuda hitam untuk penantang Jokowi. Sebab, Anies memiliki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Walaupun kalau dibandingkan mereka. Posisi Jokowi masih di atas tiga kandidat tersebut yaitu 56,6 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari di lokasi yang sama.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono pun angkat bicara atas penerawangan Nusron soal Prabowo. Ferry justru balik memprediksi Jokowi tak akan diusung oleh PDIP di Pilpres 2019. Salah satu alasannya, pemerintahan Jokowi telah keluar dari nawa cita yang digaungkan saat kampanye Pilpres 2014 silam. Kumpulan Berita

"Menurut saya sebenarnya sekarang melihat gelagatnya baik PDIP tidak dukung lagi Jokowi," kata Ferry, Jumat (16/2) kemarin.

Ferry menilai hasil survei Indo Barometer tersebut tidak menggambarkan fakta di lapangan. Menurutnya, kondisi sesungguhnya masyarakat sekarang justru berat untuk memilih Jokowi kembali menjadi presiden.

Tren ini dikarenakan pemerintahan Jokowi dianggap gagal menyejahterakan rakyatnya, tidak mampu menyediakan lapangan kerja, menurunkan harga bahan pokok, menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga kebijakan impor sejumlah produk pertanian.

"Jadi rakyat yang mana yang menganggap, bilang pemerintahan pak Jokowi berhasil?" klaim Ferry.

Selain itu, menurutnya, perolehan suara Jokowi sebesar 48,8 persen itu tidak terlalu signifikan bagi seorang presiden. Sehingga wajar jika Prabowo mendapatkan presentase 22,3 persen karena belum melakukan manuver pemenangan. Berita Terbaru

"Pak Jokowi selama ini sudah kampanye terselubung masuk gorong-gorong, bagi-bagi sepeda hasil survei segitu, pak Prabowo belum ngapa-ngapain," katanya.

0 comments:

Post a Comment