Sunday, February 25, 2018

Komikus Jepang sindir Jokowi 'mengemis' soal kereta cepat

Komikus Jepang sindir Jokowi 'mengemis' soal kereta cepat


Komikus Jepang sindir Jokowi 'mengemis' soal kereta cepat

Dua strip komik hasil karya Onan Hiroshi viral di Indonesia. Komik itu menyindir sikap Indonesia, dalam hal ini digambarkan sebagai Presiden Jokowi soal pembangunan kereta cepat. Info Terkini

Awalnya Indonesia digambarkan setuju untuk bekerja sama dengan Jepang untuk pembangunan kereta cepat. Jepang bahkan sudah membuat rancang bangun dan analisa data soal proyek tersebut.

Namun setelah data didapat, Indonesia malah menandatangani kontrak dengan China. Alasannya harga yang ditawarkan lebih murah 50 persen.

Komikus Jepang sindir Jokowi 'mengemis' soal kereta cepat

Hari berganti, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu tak kunjung rampung. Padahal sudah menjelang Pemilu 2019. Berita Terkini

Indonesia pun kembali mendatangi Jepang. Digambarkan sosok 'Presiden Jokowi' mengemis sampai berlutut pada pemerintah Jepang meminta bantuan soal kereta cepat. Hiroshi juga menggambarkan masyarakat Jepang yang marah sampai melempari batu Indonesia yang mengemis.

Komikus Jepang sindir Jokowi 'mengemis' soal kereta cepat

Akun twitter Onan Hiroshi tak bisa diakses lagi Minggu (25/2). Namun gambar tersebut sudah terlanjur menyebar. Kumpulan Berita

Politikus Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu menilai komik tersebut tidak etis. Hubungan diplomasi dan bilateral antara Indonesia dan Jepang merupakan hubungan antar dua negara, bukan antara peminta-minta dan pemberi.

"Karya Horashi yang juga mengilustrasikan Presiden Jokowi seperti seorang pengemis, juga tidak tepat. Ilustrasi Horashi berlebihan dan cenderung menekankan sisi dramanya," kata Khatibul.

Menurutnya wajar kartunis mengkritik soal kebijakan presiden atau suatu negara, tapi merendahkan hingga menggambarkan seorang presiden mengemis, itu tidak pantas. Berita Terbaru

"Materi kartun yang mengkritik proyek kereta api cepat di Indonesia yang tidak berjalan dengan baik itu saya setuju. Namun, bukan berarti harus digambarkan bahwa Presiden Jokowi bertekuk lutut di hadapan PM Jepang. Sebab ini bisa ditafsirkan melecehkan dan merendahkan martabat bangsa Indonesia," kata Khatibul.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment