Sunday, January 28, 2018

Merasa disindir sebagai partai biang kerok, ini jawaban PDIP

Merasa disindir sebagai partai biang kerok, ini jawaban PDIP


Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menyebut ada satu partai yang menurutnya menjadi biang kerok dari persoalan bangsa dan negara saat ini. Slamet enggan membeberkan partai yang dimaksud. Dia hanya memberikan clue bahwa partai tersebut berkuasa dan berwarna merah. Info Terkini

Merasa disindir sebagai partai biang kerok, ini jawaban PDIP

Menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, rakyatlah yang berhak menilai. Dia juga meminta wajah politik sejatinya untuk membangun peradaban bukan wajah politik bermusuhan.

"Tugas setiap warga negara yakni menghargai suara rakyat dan biarkan rakyat yang menjadi hakim terbaik dan memilih atas dasar kinerja dan track record untuk bangsa dan negara, karena bangsa dibangun susah payah dimana 28 oktober 1928 kita sudah membangun komitmen sebagai satu bangsa, sehingga komitmen itulah yang harusnya dijaga," kata Hasto di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/1). Berita Terkini

Dia menambahkan, rakyat akan memahami siapa yang benar-benar berdedikasi untuk rakyat dan negara. Serta siapa yang bertujuan untuk memecah belah bangsa. Rakyat pun sudah memahami hal-hal yang baik maupun buruk.

Hasto juga tak khawatir bila Slamet Maarif punya strategi ihwal Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah pada bulan Juni mendatang. Lagi-lagi Hasto mengembalikan semua kepada rakyat untuk menilai.

"Yang menentukan pemilu itu rakyat, bukan tokoh, sehingga hal-hal yang menganjurkan dengan cara-cara yang kurang pas. Rakyat akan menilai jadi kita serahkan pada rakyat apakah rakyat benar-benar memilih atas kinerja atau atas pertimbangan yang lain, kami menyerahkan sepenuhnya pada penilaian rakyat," pungkas Hasto. Kumpulan Berita

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan ada satu partai yang menjadi biang kerok dari segala kekacauan di Indonesia. Partai itu, kata Slamet, merupakan salah satu partai penguasa di negeri ini.

"Ada satu partai yang menurut kami menjadi target utama kami untuk tinggalkan karena bagi kami partai tersebut biang kerok dari persoalan di bangsa dan negara ini," kata Slamet dalam konferensi pers hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke I Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1). Berita Terbaru

"(Partai mana?) Ya pura-pura enggak tahu. Partai yang berkuasa saat ini, bajunya sama dengan TvOne tapi hatinya berbeda," ucapnya ketika ditanya wartawan.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment