Sunday, January 14, 2018

Fahri Hamzah kasih sepeda bagi yang bisa hitung kerugian negara dari kasus e-KTP

Fahri Hamzah kasih sepeda bagi yang bisa hitung kerugian negara dari kasus e-KTP


Fahri Hamzah kasih sepeda bagi yang bisa hitung kerugian negara dari kasus e-KTP

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membuat sayembara. Hadiahnya sepeda, motor dan helm bagi siapa saja yang bisa menghitung kerugian negara dari korupsi e-KTP. Fahri tak percaya dengan tuduhan KPK ada kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun. Oleh sebab itu, dia mengadakan sayembara ini.

Tuduhan awalnya adalah bancakan di DPR oleh anggota komisi 2 periode 2009-2014. Kata dia, ada tuduhan bagi-bagi uang Rp 2,3 T. Tapi sampai sekarang, belum ada 1 pun anggota komisi II yang jadi tersangka korupsi. Ada tersangka, di kasus menghalangi penyidikan yakni Miryam S Haryani dan Markus Nari. Info Terkini

"Sampai sekarang saya masih bikin sayembara akan memberikan sepeda, motor dan helm bagi mereka yang bisa memberikan kepada saya perhitungan kerugian negara oleh lembaga berwenang khususnya BPK dan BPKP. Silakan masih saya tunggu," kata Fahri dalam akun Twitternya, Sabtu (13/1).

Fahri Hamzah kasih sepeda bagi yang bisa hitung kerugian negara dari kasus e-KTP

Fahri melanjutkan, kasus ini terjadi yang paling besar adalah dugaan bagi-bagi uang sebanyak 2,3 T akhir tahun 2010 saat APBN 2011 disusun. Lalu angka itu dikonversi sebagai total kerugian negara yang sampai sekarang tak ada perhitungannya.

Dan yang hebat, lanjut politisi PKS ini, salah satu orang yang mengaku aktor kunci skandal e-KTP yaitu Nazaruddin tidak didakwa sama sekali bahkan menjadi Justice Collaborator dan bebas sebentar lagi. Jadi ada yang mengaku jadi aktor dan mengaku terima uang malah bebas. Berita Terkini

"Irman dan Sugiharto, kuasa pengguna anggaran yang telah divonis sesungguhnya lebih banyak dalam kasus tender. Ini urusan bisnis persaingan para supplier. Tidak terkait pengadaan. Dan tidak melibatkan kerugian negara," kata Fahri lagi.

Tapi sayangnya, kata dia, isunya sudah bercampur ke sana ke mari. Substansinya tidak ketemu. Setya Novanto sebagai ketua Fraksi Golkar dan bukan anggota Komisi II DPR, menjadi anggota DPR pertama yang menjadi tersangka kasus ini.

"Saya belum tahu bagaimana sebuah korupsi dengan kerugian triliunan hanya ditangani sendiri oleh anggota DPR, padahal keputusan ada di Komisi II dan lobi anggaran memang merupakan tugas anggota DPR hari-hari. Kenapa ia menjadi korupsi?" lanjut Fahri.

Kalau ini hanya soal bagi-bagi uang, dugaan Fahri, berarti uang yang dibagi bukan uang negara. Sebab pembagian dilakukan sebelum APBN cair. Nah kenapa yang sudah mengembalikan tidak diumumkan dan dihukum terlebih dahulu. Kumpulan Berita

"Semoga SN mau membuka nama-nama di belakang Nazaruddin. Orang-orang yang oleh KPK telah diajak berdamai terlebih dahulu. Partai penguasa dan mereka yang punya kendali mayoritas atas jalannya sebuah proyek raksasa," tutur Fahri.

Fahri Hamzah kasih sepeda bagi yang bisa hitung kerugian negara dari kasus e-KTP

Tapi apapun keterangan Setya Novanto, lanjut dia lagi, ini telah menjadi sandiwara pengalihan dari substansi. Skandal e-KTP adalah tipuan yang keluar dari kepentingan membangun negeri. Tidak ada kerugian negara, tapi ribut satu negara. Hanya untuk target antara.

Lambat laun skandal akan terbongkar. Dia mengatakan, sepandai-pandai menutup busuk akan terungkap juga. Pejabat yang tersandera ini akan ketahuan belangnya seperti yang telah pergi membawa cap berbagai-bagai, pembunuh, kesaksian palsu, pemalsu, dan banyak lagi. Berdoalah untuk kesejatian. Berita Terbaru

"Pimpinan KPK sekarang adalah yang paling tersandera dan terlibat negosiasi kasus terbesar sepanjang sejarah kepemimpinan lembaga ini. Akan terkuak kelak. Semoga Allah SWT memberi kita umur untuk membuka dan mengadilinya di depan publik. Kepalsuan akan terbakar sirna," jelas dia.

"Penutupan kasus pimpinan KPK yang terlibat skandal e-KTP adalah salah satu kejahatan yang akan membuka mata publik. Mereka menyelenggarakan hukum bukan untuk menyelenggarakan keadilan dan kepastian tetapi untuk saling sandera karena semua mereka punya kasus," tutup dia.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment