Saturday, December 30, 2017

Konsep Penataan PKL Dikritik, Sandiaga Tantang Balik

Konsep Penataan PKL Dikritik, Sandiaga Tantang Balik


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang untuk menjadi lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL). Alhasil kendaraan yang melintas melalui jalan tersebut harus memutar, sepanjang pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Info Terkini

Konsep Penataan PKL Dikritik, Sandiaga Tantang Balik

Sontak kebijakan tersebut membuat sejumlah pihak geram. Mulai dari warga, DPRD DKI Jakarta hingga kepolisian menolak cara penataan ala Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Mereka meminta agar Jalan Jatibaru dikembalikan kepada fungsinya, dan trotoar kembali menjadi hak pejalan kaki.

Penolakan datang dari Koalisi Pejalan Kaki. Mereka meminta Anies-Sandi untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki, bukan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya mereka kecewa karena trotoar dipenuhi PKL dan menghalangi pejalan kaki.

"Hari ini kita pengin tahu apakah trotoar sudah ditata. Ternyata yang kita jumpai di lapangan mengecewakan. Ternyata yang kelihatan kosmetiknya di stasiun. Di seberang, trotoarnya kok amburadul," kata pendiri Koalisi Pejalan Kaki, Antoni, Jumat (29/12). Berita Terkini

Selain itu, ada juga petisi melalui situs change.org yang digalang oleh akun Iwan M dari Jakarta Timur. Dan sampai saat ini tandatangan yang sudah terkumpul mencapai 37.009 orang. Mereka meminta agar fungsi jalan dan trotar dikembalikan seperti peruntukannya.

Konsep Penataan PKL Dikritik, Sandiaga Tantang Balik

Namun, kritikan tersebut ditanggapi dengan santai oleh Sandiaga. Selain memaparkan keberhasilan model penataan tersebut, Sandiaga juga menantang mereka yang menolak kosep penutupan Jalan Jatibaru untuk memberikan solusi.

Sandiaga mengatakan, konsep yang mereka terapkan telah berhasil membuka 3.200 lapangan pekerjaan. Untuk itu, dia meminta mereka memberikan solusi konkret tidak hanya membuat petisi di situs change.org. Kumpulan Berita

"33 ribu ini saya kasih tugas khusus mereka dari pada tidak setuju tapi kasih solusi apa gitu dan saya akan pastikan mudah-mudahan solusi ini bisa dipertimbangkan sebagai solusi sementara sebelum dirubuhkan," katanya di Cempaka Putih, Jumat (29/12).

Politisi Gerindra ini menjelaskan, pihaknya akan menampung usulan terbaik yang bisa diterapkan untuk meramaikan Blok G. Harapannya ini menjadi kolaborasi yang baik untuk menarik pembeli dan penjual ke Blok G.

"10 usulan terbaik di antara mereka untuk bagaimana meramaikan Blok G sehingga ada beberapa temen PKL yang belum tertampung nanti bisa diarahkan ke Blok G. 33 ribu ini punya partisipasi gitu apa saja usulannya dan kalau misalnya meramaikan Blok G memasukan kembali apa yang bisa digunakan untuk crowd fuller di sana," jelas Sandiaga.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang Gubernur DKIAnies Baswedan terbilang terburu-buru dan tidak matang. Anies sudah menghilangkan fungsi jalan yang seharusnya untuk lalu lalang kendaraan kini untuk PKL berjualan. Berita Terbaru

Gembong mengungkapkan konsep Anies di Tanah Abang tersebut akan menimbulkan rasa iri dari PKL di tempat-tempat lain. Menurutnya, PKL di tempat lain bakal meminta agar diperbolehkan berjualan di badan jalan.

"Itu akan menjadi bom waktu yang akan berimbas ke daerah lain menuntut hal yang sama seperti yang di Tanah Abang. Kalau itu terjadi kayak apa PKL di Jakarta? Itu kembali ke zaman dulu ketika pedagang, PKL semeraut ada di mana-mana," katanya.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment