Tuesday, October 24, 2017

Kader Gerindra Laporkan Tiga Akun Medsos, Lantaran Tidak Terima Prabowo Difitnah

Kader Gerindra Laporkan Tiga Akun Medsos, Lantaran Tidak Terima Prabowo Difitnah


Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya (Laskar) melaporkan tiga akun media sosial ke Bareskrim Polri, terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Info Terkini

Kader Gerindra Laporkan Tiga Akun Medsos, Lantaran Tidak Terima Prabowo Difitnah

Wakil Sekretaris Umum Laskar, Yeyet Nurhayati mengungkapkan bahwa tiga akun yang dilaporkan, yakni akun Facebook Inas N Zubir, akun Twitter Inas N Zubir - A556 @INZ239 dan yang kedua akun Twitter @GuruSocrates.

"Tentang pasal ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik dari akun Facebook Inas N Zubir dan twitter sang guru @GuruSocrates," ujar Nurhayati setelah membuat laporan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). Berita Terkini

Nurhayati mengaku telah menerima restu dari Prabowo untuk melaporkan akun-akun tersebut. Bahkan Nurhayati mengaku diberikan surat tugas oleh DPP Partai Gerindra untuk membuat laporan Polisi.

Nurhayati menjelaskan, akun Facebook Inas N Zubir memposting status pada 18 September 2017 lalu, pada pokoknya menyebut Prabowo mengajarkan startegi merampok tetangga yang sedang susah dan bakar rumah orang untuk merampok. Kumpulan Berita

"Isinya facebook itu dari Inas, dia telah melontarkan sebuah ujaran kebencian fitnah kepada Ketua Umum Gerindra pak Prabowo Subianto," jelas Nurhayati.

Sementara akun twitter @GuruSocrates, mencuit status yang mengatakan bahwa Prabowo menerima uang dari James Riyadi untuk membatalkan dukungan Partai Gerindra kepada bakal calon Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.

"Kemudian twitter dari sang guru membuat status ujaran kebencian dan fitnah yang mengatakan bahwa Partai Gerindra telah menerima uang katanya. Itu fitnah. Untuk Meikarta, agar Dedy Mizwar tidak dicalonkan sebagai calon gubernur Jawa Barat tidak dicalonkan dari Gerindra," ungkap Nurhayati. Berita Terbaru

Dia menegaskan semua postingan di akun Facebook dan Twitter itu tidak benar dan merupakan fitnah.

"Ini agar tidak di ulangi. Sekarangkan lagi gencar ujaran kebencian. Ini jadi pelajaran agar tidak melakukan ujaran kebencian kepada siapapun," ucapnya.

Sejumlah barang bukti diserahkan kepada Polisi. Salah satunya foto atau capture-an status dari ketiga akun tersebut

"Kita ada bukti status twittan dua dan Capture satus," ujarnya.

Dalam Tanda Bukti Lapor tertulis bahwa laporan itu tentang dugaaan tindak pidana penghinaan berupa penyerangan atau pencemaran kehormatan atau nama baik seseorang, tuduhan dengan tulisan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 dan 311 KUHP dan atau 45 ayat (3) juncto pasal 27 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan tersebut telah diterima dan diregistrasi dengan nomor Polisi LP/1100/X/2017/Bareskrim, tertanggal 24 Oktober 2017.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment