Saturday, September 9, 2017

Sebarkan Foto Hoax Tifatul Dipolisikan, Nah Loh!!!

Sebarkan Foto Hoax Tifatul Dipolisikan, Nah Loh!!!

Unggahan foto hoax politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring di media sosial Twitter, berbuntut panjang. Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Pengawas Korupsi (LBH KPK) melaporkan cuitan mantan Menteri Komunikasi dan Informasi tersebut kepada Cyber Crime Polda Metro Jaya, Kamis, 7 September 2017.

Firdaus Oiwobo Ketua Tim Konsultan LBH KPK, Sendiri mengecam tindakan Tifatul sangat gegabah.

Permintaan maaf dari Tifatul tidak ada hubungannya dengan laporan yang ia ajukan, Unkap Firdaus. Akibatnya, masyarakat yang menerima mentah-mentah informasi itu menjadi terprovokasi oleh unggahan tersebut. Info Terkini

“Kami rasa tindakan TS ini sangat keliru (mengunggah foto Hoax). Kami ingin menerapkan Pasal 28 ayat 1 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 karena dia telah menyebarkan berita bohong,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 7 September 2017.

“Efek unggahan dia di Twitter jadi berkembang ke mana-mana. Kita tahu akhirnya di beberapa daerah terjadi demo besar-besaran yang akhirnya ada pengerusakan rumah ibadah,” katanya.

Gara-gara unggahannya itu, bahkan beberapa ormas hampir merusak Candi Borobudur, Tambahnya.

“Yang tadinya ingin bersimpati ke Rohingya, malah merusak aset bangsa. Ini yang tidak dibenarkan,” tutur Firdaus dengan nada kesal. Kumpulan Berita

Firdaus berharap, laporan ini akan membuat Tifatul lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

“TS sendiri kan public figure yang memangku jabatan dalam menerapkan kebijakan publik ini. Seharusnya dia tidak berbicara seperti itu di medsos. Apa pun pernyataannya, pasti diikuti oleh masyarakat,” tutupnya.

Namun, Cyber Crime Polda Metro Jaya menolak laporan LBH KPK tersebut. Menurut Firdaus Oiwobo, polisi berasumsi pada Pasal 28 Ayat 1 UU ITE tidak masuk kategori yang dilakukan oleh Tifatul.

“Alibi mereka, Pasal 28 ayat 1 ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan penipuan, pembelanjaan dan penjualan online, yang merugikan konsumen,” kata Firdaus.

Maka dari itu, pihaknya bakal mengumpulkan bukti-bukti kongkret agar tuntutannya diterima polisi.

“Kami akan datang untuk mengumpulkan bukti bidik layar twitter dan bawa saksi. Itulah sebabnya kami kenapa datang dan meminta Cyber Crime membuka kembali kasus isi twitter yang diposting TS,” ujarnya. Berita Terbaru

Untuk diketahui, Tifatul memposting foto yang semula dia anggap korban pembantaian di Rakhine. Tapi ternyata, itu adalah foto kejadian tahun 2004 di Thailand.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment