Sunday, September 10, 2017

Polisi Usut Rekening Saracen 4 Tahun Terakhir Ini, Nah Loo..

Polisi Usut Rekening Saracen 4 Tahun Terakhir Ini, Nah Loo..

Kepolisian tengah mendalami kasus penyebaran ujaran kebencian SARA atau hoax yang dilakukan Saracen. Aliran dana selama empat tahun terakhir pada rekening milik kelompok Saracen pun ditelusuri untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan mereka.

"Saracen masih dalam penelusuran. Untuk rekening yang diduga berkaitan dengan Saracen, kami teliti tiga hingga empat tahun ke belakang," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Rikwanto di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 9 September 2017. Info Terkini

Rikwanto menuturkan, pihaknya berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memantau segala aktivitas transaksi yang terekam dalam rekening tersebut.

"Kasus ini jadi pembelajaran juga bagi yang lain. Jangan lakukan hal sama dengan Saracen, yang membuat hoax, ujaran kebencian, provokasi. Kalau sudah melanggar UU ITE dan ada yang dirugikan, akan diproses hukum," tutur dia. Kumpulan Berita

Nama organisasi Saracen mulai jadi perhatian publik setelah tiga pengurusnya yakni MTF, SRN dan JAS dicokok tim Siber Bareskrim Polri. Di hukum Dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Kelompok Saracen mulai eksis menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA sejak November 2015. Media yang di gunakan untuk menyebarkan isu dan SARA melalui grup Facebook seperti Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan grup lain yang menarik minat warganet. Berita Terbaru

Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pemesan. Setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah. Hingga saat ini, akun yang tergabung dalam jaringan grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

Sepanjang proses pemeriksaan, Saracen ternyata memiliki struktur organisasi. Berikut ini merupakan struktur jabatan dalam organisasi penyebar hoax tersebut, Dewan penasihat di isi oleh, Mayjend Purn Ampi Tanudjiwa dan Eggi Sudjana SH. Dewan Pakar dijabat oleh, M Effendi Harahap, Rijal, Wahyu Diana dan Riswan.

Sedangkan Jasradi menduduki posisi sebagai Ketua dengan wakilnya Agus Setyawan. Kemudian yang saat ini berada di jabatan Sekretaris ada Firmansyah, Sofie, Fatimah Azzahra, Hendra, Isharudin. Kemudian untuk Bendahara diisi oleh Rina Indriani dan Mirda. Terakhir, ahli hukum dijabat oleh Ferry Juan dan Elvie Sahdalena.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment