Friday, September 8, 2017

Mengapa Gus Dur Terlihat Tidur Saat Diajak Bicara?

Mengapa Gus Dur Terlihat Tidur Saat Diajak Bicara?

Mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di terapkan sering sekali tidur dan mudah terlelap di mana saja. Saat baru duduk di kursi tamu undangan pada suatu hajatan, di kendaraan, sidang paripurna DPR, dan lebih banyak momentum penting lainnya.

Menurut sumber dari Sang sahabat, KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus menyampaikan, Misteri kebiasaan tidur Presiden Keempat RI itu kerap membuat orang jengkel dan tingkah aneh Gus Dur sudah diketahui banyak orang.

Hal itu disampaikan oleh Gus Mus seperti yang dikutip dari buku "Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus" karya KH. Husein Muhammad. Info Terkini

Cendekia Muslim Jalaluddin Rahmat menyampaikan kekesalannya atas kebiasaan tersebut. bahkan Jalaluddin disebut-sebut sebagai anti-Gus Dur karena hal yang sama.

"Gus Dur dianggap tidak sopan. Bagaimana tidak? Wong salah seorang pemimpin Negara Islam Iran mau bicara dan berdialog, Gus Dur justru tidur, ngorok lagi. Begitu Kang Jalal mengeluh. Kejengkelan Kang Jalal tentu mudah dipahami. Pemimpin tertinggi Iran itu idolanya," kata Gus Mus.

Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI duduk di atas kursi dengan kepala terlihat miring. Ia tertidur di saat para anggota dewan tengah berbicara silih berganti. Kebiasaan tidur Gus Dur juga sudah banyak disaksikan oleh rakyat Indonesia. Misalnya, saat menghadiri sidang pleno di DPR. Kumpulan Berita

Meski demikian, saat tiba giliran untuk presiden berbicara, Gus Dur bangun bahkan bisa menjawab dengan tangkas dan cerdas.

Sama seperti yang terjadi saat Gus Dur tertidur pulas dalam pidato pemimpin Iran. Ia terbangun setelah pidato usai dan langsung mengangkat tangan terlebih dahulu untuk meresponsnya. Menunjukkan bahwa dirinya sangat memahami isi pidato pemimpin Iran tersebut.

Jalaludin yang sempat jengkel dengan kebiasaan Gus Dur pun tiba-tiba mengidolai sosoknya.

"Kang Jalal terpesona, terpana," ungkap Gus Mus. Berita Terbaru

"Sesudah pengalaman itu, orang yang tidak disukainya itu berubah menjadi sahabatnya. Bahkan Kang Jalal mengagumi, menghormati dan mencintainya," Ucap dia.

Menurutnya, Tak ada yang aneh dari kebiasaan Gus Dur. Namun, ada siasat di balik kebiasaan tokoh Nahdlatul Ulama itu.
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment