Saturday, April 21, 2018

'Tomy Winata di belakang pencalonan Gatot Nurmantyo itu tidak benar'

'Tomy Winata di belakang pencalonan Gatot Nurmantyo itu tidak benar'


'Tomy Winata di belakang pencalonan Gatot Nurmantyo itu tidak benar'

Pengusaha Tomy Winata angkat suara terkait anggapan dirinya mendukung mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden 2019. Meski mengakui berteman, Tomy menegaskan tak akan mendukung. Info Terkini

"Pak Tomy Winata tidak mendukung Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai Capres 2019. Pak Tomy hanya berteman biasa dengan Pak Gatot Nurmantyo dan tidak dalam kapasitas mendukung Pak Gatot untuk maju dalam bursa pencapresan tahun 2019," kata Tim Public Relations Tomy Winata, Vivy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/4).

Vivy menjelaskan terkait rumor yang beredar tentang Tomy Winata di belakang Gatot untuk bertarung di Pilpres 2019 tidak benar. Menurutnya, Gatot bakal maju di Pilpres tidak ada kaitannya dengan bos Artha Graha tersebut.

"Pak Tomy Winata tidak pernah mengatakan untuk mendukung Pak Gatot. Kalau sudah ramai diberitakan di publik bahwa Pak Tomy Winata di belakang pencalonan Pak Gatot, itu tidak benar. Kami tegaskan bahwa berita dan kabar itu tidak benar. Kalau Pak Gatot mau maju, itu tidak ada urusannya dengan Pak Tomy," terangnya. Berita Terkini

Vivy mengungkapkan, Tomy Winata mendukung pemerintah yang ada untuk menyelesaikan program-program pembangunan yang telah digagas sejak awal kabinet dibentuk. Pemerintahan Jokowi, lanjut dia, sudah bekerja sesuai dengan harapan rakyat dan tugas semua pihak termasuk Tomy Winata untuk mendukung program kerja pemerintahan sekarang agar sukses dan dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

"Program pembangunan pemerintah Jokowi-JK sudah sangat bagus. Pak Tomy Winata mendukung pemerintahan Jokowi-JK menyelesaikan proyek-proyek besar, seperti infrastruktur publik sampai ke pelosok daerah," ungkapnya. Kumpulan Berita

Menurut dia, proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah Jokowi, sangat penting untuk mengurai kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa, meningkatkan lapangan kerja, menghidupi industri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga sangat agresif dalam proyek-proyek listrik dan itu sangat bagus untuk pembangunan Indonesia ke depan.

"Banyak program pembangunan lain yang sangat berguna untuk mengangkat kesejahteraan rakyat. Di infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi, kita masih tertinggal jauh dari negara tetangga, seperti Vietnam, maka, mari kita mendukung pemerintah sekarang menyelesaikan program-program pro-rakyat tersebut," ucapnya.

Dia menyebut, pemerintah Jokowi sudah sangat banyak memangkas banyak regulasi yang menghambat investasi. Tomy Winata sebagai pengusaha, tentu menyambut baik program yang bisa membuat akselerasi pembangunan berjalan cepat. Berita Terbaru

"Intinya, setiap program pemerintah yang pro-rakyat didukung Pak Tomy Winata. Jadi, ke depan jika ada pemberitaan yang mengatakan bahwa Pak Tomy di belakang pencalonan Pak Gatot untuk maju dalam Pilpres 2019, itu berita bohong dan tak benar," ujarnya.

Anies: Saya tidak takut apa yang ditulis di media sosial

Anies: Saya tidak takut apa yang ditulis di media sosial


Anies: Saya tidak takut apa yang ditulis di media sosial

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tinggal di Turki. Dalam kesempatan tersebut, Anies memberikan sejumlah pesan, di antaranya agar selama di luar negeri banyak menimba ilmu. Info Terkini

Kedatangan Gubernur Anies, Jumat (20/4) waktu setempat itu juga disambut meriah oleh para mahasiswa yang hadir di Konjen Indonesia di Istanbul, Turki. Berita Terkini

Seperti dilansir Antara, dia memberikan sejumlah pesan kepada para mahasiswa. Salah satunya adalah agar banyak menimba ilmu selama di luar negeri. "Ada yang perlu kalian miliki, pertama adalah menguasai ilmu pengetahuan yang sangat baru dalam bidang apapun, kedua adalah membangun jaringan, ketiga modal bahasa karena penguasaan bahasa internasional dengan tiga hal itu saja aset bagi negara dan keempat adalah modal," katanya. Kumpulan Berita

Dia mengusulkan agar membangun jaringan dengan orang asing, efeknya jaringan luas. Selain itu, dia harap para ibu di Turki agar menggunakan bahasa Indonesia di luar negeri untuk anak-anaknya.

Anies juga meminta didoakan agar tetap amanah dan istiqomah dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berita Terbaru

"Saya tidak takut apa yang ditulis medsos, tapi saya takut apa yang ditulis sejarah," kata Anies.

Mereka yang hadir pun tidak melewatkan momen kedatangan dan berebutan untuk salaman dan berfoto. Anies Baswedan melakukan lawatan ke Maroko dan Turki. Kunjungan kerja dilaksanakan mulai tanggal 17-22 April 2018.

Monday, April 9, 2018

Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal pada Facebook

Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal pada Facebook


Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal pada Facebook

Kebocoran data 87 juta pengguna Facebook benar-benar sulit dipercaya. Insiden tersebut jelas menyalahi aturan yang membuat Facebook kini banyak diserang. Info Terkini

Salah seorang yang benar-benar ahli teknologi mengucapkan selamat tinggal pada jejaring sosial. Adalah salah satu pendiri Apple Computer yang dulu bekerja dengan Steve Jobs, Stve Wozniak.

Dikutip dari USA Today (8/4), The Woz (sebutan Wozniak) mengungkapkan bahwa pihaknya prihatin dengan cara Facebook dan perusahaan sejenis lainnya yang secara sembrono menggunakan data pribadi yang dihasilkan dari pelanggan. Berita Terkini

Orang yang meninggalkan Apple pada tahun 1985 tersebut juga mengatakan bahwa dia lebih suka membayar untuk Facebook dan tidak memiliki perusahaan yang mengumpulkan data pribadi dan menjalankan iklan. Pekan lalu, COO Facebook, Sherly Sandberg mengatakan bahwa jika pengguna jejaring sosial ingin keluar dari tampilan iklan berbasis data, mereka harus membayar untuk layanan tersebut.

Wozniak sebenarnya sangat mendukung komentar CEO Apple - Tim Cook bahwa perusahaannya tidak akan pernah terlibat dalam skandal seperti Facebook karena Apple tidak menjadikan pelanggannya sebagai produk. Kumpulan Berita

"Apple mengeluarkan uangnya dari produk bagus. Bukan dari pengguna. Sepertinya yang mereka (Facebook) katakan, bahwa pengguna adalah produk mereka," ujar The Woz.

"Pengguna memberikan setiap detail kehidupan mereka ke Facebook, dan... Facebook menghasilkan banyak uang iklan dari itu. Keuntungan semuanya didasarkan pada info pengguna, tetapi para pengguna tidak mendapatkan keuntungan sama sekali," lanjut Wozniak. Berita Terbaru

CEO Facebook mark Zuckerberg memiliki minggu yang berat. Pada hari Selasa, dia akan bersaksi di depan sidang bersama komite pengadilan dan perdagangan Senat. Keesokan harinya, Zuck akan berbicara di depan komite energi dan perdagangan DPR. Juga, pada hari Rabu, boikot Facebook 24 jam dan aplikasi WhatsApp serta Instagram akan dimulai dengan kampanye bernama Operation Faceblock.

Gibran beri 'lampu hijau' AHY jadi cawapres Jokowi

Gibran beri 'lampu hijau' AHY jadi cawapres Jokowi


Gibran beri 'lampu hijau' AHY jadi cawapres Jokowi

Pertemuan Gibran Rakabuming Raka dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cafe Markobar, Pabelan, Sukoharjo, berlangsung penuh keakraban. Lebih dari satu jam keduanya ngobrol ditemani martabak 8 rasa dan segelas minuman Thai Tea. Kepada wartawan AHY mengaku membicarakan banyak hal, namun bukan soal politik. Info Terkini

"Kita bicara banyak. Tidak hanya di tempatnya mas Gibran, tapi juga ke Yenny Wahid, Guruh Sukarnoputra, Ilham Habibie dan putra-putri presiden mantan Presiden lainnya. Karena kita banyak kesamaan, pernah jadi anak Presiden dan mantan Presiden," ujar AHY, Senin (9/4).

Saat disinggung kunjungannya tersebut adalah manuver AHY menjadi Cawapres mendampingi Jokowi (Joko Widodo) di Pilpres 2019, baik AHY maupun Gibran kompak tertawa. Berita Terkini

"Boleh," katanya tersenyum.

Saat wartawan menanyakan apakah pasangan Jokowi dan AHY cocok, karena AHY mewakili kalangan muda. Gibran mengatakan hal itu cuma bisa dijawab Jokowi.

"Cocok, kalau pertanyaan seperti itu yang bisa jawab cuma bapak saya," ucapnya lagi, sambil tersenyum. Kumpulan Berita

Saat diminta memperjelas ucapannya tersebut, Gibran pun menjewabnya diplomatis.

"Saya cuma bisa jawab itu. Selebihnya tanyakan ke Pak Jokowi, ya," katanya lagi.

AHY yang juga Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat tersebut kembali menegaskan, jika pertemuannya dengan putra pertama Presiden Jokowi bukan pertemuan politis. Ia membantah ada lobi-lobi politik dalam pertemuannya dengan Gibran. Pun demikian dengan kemungkinan adanya kerjasama bisnis dengan Markobar, AHY belum memikirkannya. Berita Terbaru

"Kalau ditanya dalam rangka apa, ini tidak ada kaitannya dengan politik. Saya ingin merasakan suasana dan mencicipi mkanan khas yang sudah sangat terkenal, Markobar. Dan ini juga menunaikan janji, kita pernah ngobrol di Jakarta, mas kalau ke Solo mampir-mampiir gitu. Saya jawab, iya, Insya Allah saya mampir. Dan ini saya mampir," pungkasnya.

Saturday, April 7, 2018

Sinyal Prabowo tak maju Capres & pilih Gatot lewat Gerindra menguat

Sinyal Prabowo tak maju Capres & pilih Gatot lewat Gerindra menguat


Kader Partai Gerindra tengah mendesak Ketua Umum Prabowo Subianto segera mendeklarasikan diri maju Pilpres. Namun Prabowo hingga hari ini tak juga menyatakan kesanggupannya untuk maju.

Sinyal Prabowo tak maju Capres & pilih Gatot lewat Gerindra menguat

Sejumlah sumber di internal Gerindra memastikan hanya tinggal menunggu waktu bagi Prabowo untuk maju. Namun Prabowo tak kunjung memberi lampu hijau. Info Terkini

Partai Burung Garuda ini awalnya mau menggelar deklarasi pencapresan Prabowo 11 April mendatang. Namun belakangan, Gerindra menyebut acara tanggal 11 April adalah Rakernas tertutup.

"Tergantung beliau memutuskan pada saat pertemuan tanggal 11 tersebut, kalau beliau tidak memutuskan akhirnya kami kesimpulannya sama dengan rakernas lalu menyerahkan semua urusan Pilpres kepada Pak Prabowo sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina," kata Ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa.

Desmond pun menyerahkan soal maju Pilpres ini pada Prabowo. Mereka mengaku siap jika ternyata Prabowo memutuskan tak maju.

"Apakah beliau ke depan sesuai dengan harapan kader partai itu, sebagai Presiden atau beliau menunjuk orang lain," lanjut Desmond. Berita Terkini

Sinyal Prabowo tak maju Capres & pilih Gatot lewat Gerindra menguat

Kader Gerindra juga legowo dan menyerahkan putusan ke Prabowo bila seandainya menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi Capres Gerindra.

Namun, bagi Gerindra, sosok Prabowo sangat dibutuhkan sebagai acuan dan motivasi bagi para calon legislatif yang akan maju di Pemilu 2019.

"Cuma kalau bicara mengenai panglima perang di samping sebagai ikon, caleg caleg yang ada di seluruh Indonesia itu kan ada panglima perangnya di lapangan, nah ini perlu berkonsolidasi dengan baik," tandas Wakil ketua komisi III DPR ini. Kumpulan Berita

Desmond juga mengakui ada beberapa faktor yang membuat Prabowo masih berpikir untuk maju. Di antaranya soal usia, dan faktor elektabilitas. Padahal Rakernas Gerindra tahun lalu sudah memutuskan Prabowo maju sebagai Capres Gerindra.

"Rakernas memutuskan Pak Prabowo diusung oleh semua kader partai untuk jadi Presiden 2019 beliau menjawab sudah tua elektabilitas dan macam-macam," katanya.

Seperti diketahui, Prabowo sendiri mengaku berkali-kali telah bertemu dengan Gatot Nurmantyo. Prabowo mengaku pertemuan tersebut cuma sebatas silaturahmi dari Gatot sebagai juniornya di TNI.

Namun Gatot Nurmantyo mengaku walau tak membahas Capres, Prabowo sempat menawarinya bergabung di Gerindra.

"Enggak ada (pesan khusus), hanya beliau menyampaikan kalau nanti mau bergabung saya terbuka," kata Gatot akhir bulan lalu.

Nama Gatot memang sudah masuk dalam bursa cawapres Prabowo. Belakangan namanya menguat menjadi Capres. Apalagi kabarnya Gatot sudah memiliki sokongan dana untuk maju capres.

"Saya katakan sekarang ini saya sipil, memiliki hak sama, hak dipilih dan memilih, sekali lagi kalau republik ini memanggil dan rakyat menghendaki saya jadi presiden saya siap jadi Presiden. karena itu adalah tugas yang harus saya pertanggungjawabkan. Dharma bhakti yang luar biasa sampai akhir hayat saya," kata Gatot.

Sementara itu, Presidium Nasional Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden potensial. Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen mendukung mantan Panglima TNI itu untuk ikut bertarung pada pilpres 2019 nanti. Berita Terbaru

Sebelumnya, spanduk dukungan untuk Gatot sudah bermunculan di sudut Ibu Kota. Sejumlah spanduk berisi dukungan untuk Gatot Nurmantyo menghiasi sudut Ibu Kota. Di spanduk tersebut terdapat tulisan "Pemimpin masa depan Indonesia 2019-2024".

Tinggal menunggu keputusan akhir Prabowo. Akankah Prabowo kembali maju, atau menyerahkan posisi capres pada Gatot Nurmantyo.

Di depan relawan, Jokowi sindir gerakan '2019 ganti presiden'

Di depan relawan, Jokowi sindir gerakan '2019 ganti presiden'


Di depan relawan, Jokowi sindir gerakan '2019 ganti presiden'

Koalisi Gerindra dan PKS kompak ingin menggagalkan Jokowi kembali memimpin Indonesia di Pilpres 2019. Kubu oposisi membuat gerakan '2019gantipresiden' yang dibuat dalam bentuk gelang, hingga kaos. Info Terkini

Jokowi ikut berkomentar tentang gerakan itu. Di hadapan relawan, Jokowi menyindir pihak yang ingin ganti presiden lewat kaos. Berita Terkini

"Sekarang isu kaos ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Jokowi menegaskan, hanya dua hal yang bisa mendorong pergantian Presiden. Yakni rakyat dan kehendak Tuhan. Kaos tidak bisa mendorong pergantian Presiden. Kumpulan Berita

"Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa," ucapnya disambut tepuk tangan para relawan Galang Kemajuan Jokowi. Berita Terbaru

Saat ini, Partai Gerindra yang bekerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gencar menggalang dana dengan menjual kaos bertulisan '2019 ganti presiden'. Galang dana ini dilakukan guna mendukung pencapresan Prabowo Subianto di 2019.

Thursday, April 5, 2018

Prabowo Tak Akan Deklarasi sebagai Capres di Rakornas Partai Gerindra

Prabowo Tak Akan Deklarasi sebagai Capres di Rakornas Partai Gerindra


Prabowo Tak Akan Deklarasi sebagai Capres di Rakornas Partai Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan tidak akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2019 pada Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas) Partai Gerindra pada 11 April 2018 mendatang. Info Terkini

"Saya kira belum ya. Tanggal 11 belum deklarasi. Rapat koordinasi nasional, apel kader nasional dan intern, maaf tidak ada media," ujar Prabowo saat ditemui di sela rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Gerindra, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Menurut Prabowo, Gerindra belum mendeklarasikan capresnya dalam waktu dekat. Kendati, seluruh kader partai telah satu suara untuk mengusung Prabowo sebagai capres. Berita Terkini

Gerindra masih membutuhkan satu partai untuk berkoalisi dan mengusung dirinya sebagai capres.

Meski hampir dapat dipastikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan berkoalisi dengan Gerindra, namun koalisi tersebut belum terbentuk.

"Lho deklarasi itu kalau sudah ada tiket, kan belum ada tiket dan juga belum tentu, situasi masih bisa berkembang. Ya kita berpikir positif, sabar-sabarlah. Kita cari yang terbaik," ucap Prabowo.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya akan mendeklarasikan ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

Menurut Dasco, deklarasi akan dilakukan pada 11 April mendatang saat rakornas Partai Gerindra. Tetapi ia belum bisa memastikan lokasi deklarasinya. Kumpulan Berita

"Betul, rencananya begitu," kata Dasco melalui pesan singkat, Selasa (27/3/2018).

Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra telah menyerap aspirasi seluruh kader di daerah untuk kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Berita Terbaru